Kamis, 06 Maret 2014

resensi



Siswa Aktif dan Kreatif dengan Desains Pembelajaran
Berbasis Sains
Judul               : Desains Belajar Mengajar Kreatif  Berbasis Sains
Pengarang       : Sitiatava Rizema Putra
Editor              : Nadia Putri
Penerbit           : Diva Press
Tahun Terbit    : April 2013
Tebal Buku      : 286 halaman
Harga Buku     : Rp. 40.000
Peresensi         : Ria Puspita Rani
           


Membuat sebuah karya sastra bukan hanya karena suatu kesengajaan ingin membuatnya, tetapi juga berawal dari hal-hal yang tanpa kita sadari bisa menghasilkan sebuah karya yang bagus dan menarik. Seperti pengarang dalam buku ini, inilah karya-karya yang memiliki karakteristik khas. Sitiatava Rizema Putra, lahir di Jember, Jawa Timur, pada 26 Oktober 1987. Selama kuliah ia aktif di beberapa unit kegiatan mahasiswa (UKM), seperti koperasi mahasiswa (Kopma) UIN Sunan Kalijaga, Majalah Kampus Humanius Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Kalija, dan terdaftar sebagai anggota BEM-J AF di bidang litbang tahun 2007. Ia juga aktif menulis resensi dan artikel di beberapa media massa di Indonesia, seperti Media Indonesia, Suara Pembaruan, Suara merdeka, Kedaulatan Rakyat, Suara Karya, Jawa Pos, dan Riau Pos. Beberapa karyanya pernah dipublikasikan dalam bentuk buku, misalnya Yuk, Buat sendiri Mainan-Mainan Tradisional Anak (Flashbooks,2010) dan Membuat Sendiri Ragam Mainan Tradisional Anak (Flashbooks,2010). Buku ini di terbitkan oleh penerbit yang cukup besar di Yogyakarta yaitu penerbit Diva Press. Sudah banyak buku dan novel yang diterbitkan oleh penerbit Diva Press dan berhasil terjual laris di pasaran. Alamat Redaksi DIVA Press yaitu di Sampangan Gg. Perkutut No.325-B Jl. Wonosari, Baturetno, Banguntapan Yogyakarta. Telp: (0274) 4353776.
Buku desain belajar mengajar kreatif berbasis sains ini bukan satu-satunya buku yang mengulas tentang strategi atau metode yang paling efektif di lakukan dalam pembelajaran. Sudah cukup banyak buku tentang strategi belajar mengajar, antara lain buku sejenis yaitu Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan yang ditulis oleh Prof. Dr. Wina Sanjaya, M.Pd Kendati demikian, kalau mau dibandingkan dengan buku-buku lain, buku karya Sitiatava Rizema Putra ini setidaknya patut diperhatikan karena tiga alasan. Pertama, buku ini merupakan suatu upaya untuk mendesain cara belajar mengajar yang kreatif berbasis sains. Kedua, didalam buku ini dilengkapi strategi atau metode yang cepat agar siswa bisa belajar lebih aktif dan kreatif dalam pembelajaran berbasis sains. Ketiga, didalam buku ini diulas secara singkat tentang penerapan desain belajar mengajar kreatif berbasis sains agar antara guru dan siswa lebih tanggap dan cepat dalam penerapan strategi atau metode pembelajaran yang ada dalam buku ini.
Pembelajaran kreatif berbasis sains adalah proses transfer ilmu dua arah guru (sebagai pemberi informasi) dan siswa (sebagai penerima informasi) dengan menggunakan metode tertentu.artinya,pelajaran berbasis sains menjadikan sains (murni) sebagai metode atau pendekatan dalam proses belajar mengajar. Sehingga, dengan demikian, pembelajaran akan menjadi lebih kreatif dan siswa akan lebih aktif dalam proses belajar. Lalu,bagaimana sejatinya proses pelaksanaan pembelajaran kreatif berbasis sains itu? Seperti apa model-modelnya? Bagaimana langkah-langkahnya? Dan, apa keuntungannya? Untuk mengetahui jawabannya,silakan simak saja buku ini. Di dalam buku ini,dijelaskan secara komprehensif bagaimana pembelajaran kreatif berbasia sains itu dilaksanakan,mulai dari tahap metode hingga praktik pelaksanaannya,semisal model pembelajaran problem-based learning,model pembelajaran inkuiri,model pembelajaran eksperimen, atau model pembelajaran kontekstual,dan masih banyak lagi yang lainnya.model desain pembelajaran yang tersaji di dalam buku ini sangat cocok digunakan oleh guru SD,SLTP,SLTA,hingga perguruan tinggi,atau siapa pun yang ingin memberikan proses pembelajaran yang kreatif, tidak monoton atau membosankan,kepada siswa didiknya.
Dalam menjalani tahap-tahap proses pembelajaran di sekolah dasar, ternyata ada proses pembelajaran yang bisa dikatakan berhasil, dan ada pula yang gagal. Dikatakan berhasil apabila pembelajaran berlangsung dengan kreatif, sehingga menumbuhkan minat dan motivasi yang lebih besar pada diri siswa agar lebih giat belajar. Sebaliknya, jika pembelajaran yang dilakukan membuat siswa justru tidak bersemangat belajar atau tidak mengetahui dari apa yang dipelajari. Maka dari itu, dalam proses pembelajaran, seorang guru atau pendidik haruslah kreatif dalam menyampaikan pembelajaran. Putra (2013: 7) menyimpulkan “ sains ialah pengetahuan yang diperoleh melalui pembelajaran dan pembuktian atau pengetahuan yang melingkupi suatu kebenaran umum dari hukum-hukum alam yang terjadi, yang dibuktikan melalui metode ilmiah.” Dalam model tersebut, siswa diajak untuk melakukan proses pecarian pengetahuan berkenaan dengan materi pelajaran melalui berbagai aktivitas proses sains, dengan demikian siswa diarahkan untuk menemukan sendiri berbagai fakta sekaligus membangun konsep dan nilai-nilai baru yang diperlukan untuk kehidupannya.
            Buku desain belajar mengajar kreatif berbasis sains ini, menyajikan ragam strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan guru dan siswa. Dalam buku ini diuraikan pula mengenai hal-hal yang berkaitan dengan pembelajaran seperti guru, standar kompetensi, teori belajar, serta metode dan media pembelajaran dalam desain belajar mengajar kreatif berbasis sains. Semua diuraikan setahap demi setahap guna memandu pembaca untuk memahami, dan memilih untuk menerapkan isi buku. Di dalam buku desain belajar mengajar kreatif berbasis sains di jelaskan tentang hakikat pembelajaran, ulasan tentang pembelajaran kreatif berbasis sains di Sekolah, model-model desain pembelajaran kreatif berbasis sains yang dilengkapi dengan model-model pembelajaran, seperti model pembelajaran problem-based learning, inkuiri, demonstrasi, diskusi, eksperimen, sains teknologi masyarakat, teknologi informasi dan komunikasi, team teaching, konstektual (contextual teaching and learning/CTL), dan model pembelajaran CBSA ( cara belajar siswa aktif) dengan model-model pembelajaran yang sudah di desain se kreatif mungkin oleh penulis, maka pembaca akan lebih mudah memahami model-model pembelajaran yang sesuai untuk diterapkan kepada siswa atau peserta didik.
Kelebihan dalam buku ini yaitu konsep serta prinsip setiap bab dibahas secara jelas sehingga memudahkan pembaca untuk memahaminya. Pendahuluan bab terkadang dilengkapi pula dengan ilustrasi yang menggambarkan keadaan yang biasa terjadi di  lapangan. Buku ini menyajikan ragam strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan guru dan siswa yang diuraikan secara bertahap lengkap dengan kelebihan serta kekurangan masing-masing strategi. Buku ini ditulis dengan bahasa yang ringan, mudah dipahami, dan komunikatif sehingga buku ini mudah dicerna oleh semua kalangan. Hal-hal yang berkaitan dengan pembelajaran mulai dari guru, media, metode, teori belajar dan standar proses pendidikan itu sendiri tentunya, dibahas disini secara jelas dan dilengkapi dengan analisis tiap-tiap konsep. Bahasa yang digunakan jelas dan menarik, sehingga pembaca tidak merasa jenuh ketika membaca buku ini, karena buku ini lebih banyak mendorong pembaca untuk lebih termotivasi mendesain pembelajaran secara kreatif, karena didalam buku ini dilengkapi langkah-langkah untuk untuk mendesain pembelajaran secara kreatif dan menarik.
Namun, terlepas dari hal-hal di atas, buku ini masih memiliki kekurangan yaitu belum mencantumkan contoh-contoh implementasi dari apa yang dibahas secara lebih real. Contoh-contoh yang diberikan secara umum saja. Didalam buku ini juga, tidak dilengkapi solusi-solusi untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang dialami guru ketika melakukan salah satu strategi-strategi yang ada di dalam buku desain belajar mengajar kreatif berbasis sains.
Buku desain belajar mengajar kreatif berbasis sains ini, dapat digunakan sebagai referensi yang baik bagi guru pada khususnya dan bagi semua pembaca pada umumnya. Diharapkan setelah membaca buku ini para guru dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilannya dalam mengajar, serta dapat mengimplementasikan pembelajaran yang sesuai dengan desain belajar mengajar yang sesuai dengan kegiatan belajar mengajar di sekolah sehingga salah satu permasalahan pendidikan yaitu lemahnya pembelajaran dapat diatasi. Bagi mahasiswa FKIP, dapat dijadikan salah satu sumber dalam menyelesaikan tugas akhir.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar