Siswa Aktif dan Kreatif dengan
Desains Pembelajaran
Berbasis Sains

Judul : Desains Belajar Mengajar
Kreatif Berbasis Sains
Pengarang : Sitiatava Rizema Putra
Editor : Nadia Putri
Penerbit : Diva Press
Tahun Terbit : April 2013
Tebal Buku : 286 halaman
Harga Buku : Rp. 40.000
Peresensi : Ria Puspita Rani
Membuat sebuah karya sastra bukan hanya karena suatu
kesengajaan ingin membuatnya, tetapi juga berawal dari hal-hal yang tanpa kita
sadari bisa menghasilkan sebuah karya yang bagus dan menarik. Seperti pengarang
dalam buku ini, inilah karya-karya yang memiliki karakteristik khas. Sitiatava
Rizema Putra, lahir di Jember, Jawa Timur, pada 26 Oktober 1987. Selama kuliah
ia aktif di beberapa unit kegiatan mahasiswa (UKM), seperti koperasi mahasiswa
(Kopma) UIN Sunan Kalijaga, Majalah Kampus Humanius Fakultas Ushuluddin UIN
Sunan Kalija, dan terdaftar sebagai anggota BEM-J AF di bidang litbang tahun
2007. Ia juga aktif menulis resensi dan artikel di beberapa media massa di
Indonesia, seperti Media Indonesia, Suara Pembaruan, Suara merdeka, Kedaulatan
Rakyat, Suara Karya, Jawa Pos, dan Riau Pos. Beberapa karyanya pernah
dipublikasikan dalam bentuk buku, misalnya Yuk, Buat sendiri Mainan-Mainan
Tradisional Anak (Flashbooks,2010) dan Membuat Sendiri Ragam Mainan Tradisional
Anak (Flashbooks,2010). Buku ini di terbitkan oleh penerbit yang cukup besar di
Yogyakarta yaitu penerbit Diva Press. Sudah banyak buku dan novel yang
diterbitkan oleh penerbit Diva Press dan berhasil terjual laris di pasaran. Alamat Redaksi DIVA
Press yaitu di Sampangan Gg. Perkutut No.325-B Jl. Wonosari, Baturetno,
Banguntapan Yogyakarta. Telp: (0274) 4353776.
Buku desain belajar mengajar kreatif berbasis sains
ini bukan satu-satunya buku yang mengulas tentang strategi atau metode yang paling
efektif di lakukan dalam pembelajaran. Sudah cukup banyak buku tentang strategi
belajar mengajar, antara lain buku sejenis yaitu Strategi Pembelajaran
Berorientasi Standar Proses Pendidikan yang ditulis oleh Prof. Dr. Wina
Sanjaya, M.Pd Kendati demikian, kalau mau dibandingkan dengan buku-buku lain,
buku karya Sitiatava Rizema Putra ini setidaknya patut diperhatikan karena tiga
alasan. Pertama, buku ini merupakan suatu upaya untuk mendesain cara belajar
mengajar yang kreatif berbasis sains. Kedua, didalam buku ini dilengkapi
strategi atau metode yang cepat agar siswa bisa belajar lebih aktif dan kreatif
dalam pembelajaran berbasis sains. Ketiga, didalam buku ini diulas secara
singkat tentang penerapan desain belajar mengajar kreatif berbasis sains agar antara
guru dan siswa lebih tanggap dan cepat dalam penerapan strategi atau metode
pembelajaran yang ada dalam buku ini.
Pembelajaran kreatif berbasis sains adalah proses
transfer ilmu dua arah guru (sebagai pemberi informasi) dan siswa (sebagai
penerima informasi) dengan menggunakan metode tertentu.artinya,pelajaran
berbasis sains menjadikan sains (murni) sebagai metode atau pendekatan dalam
proses belajar mengajar. Sehingga, dengan demikian, pembelajaran akan menjadi
lebih kreatif dan siswa akan lebih aktif dalam proses belajar. Lalu,bagaimana
sejatinya proses pelaksanaan pembelajaran kreatif berbasis sains itu? Seperti
apa model-modelnya? Bagaimana langkah-langkahnya? Dan, apa keuntungannya? Untuk
mengetahui jawabannya,silakan simak saja buku ini. Di dalam buku ini,dijelaskan
secara komprehensif bagaimana pembelajaran kreatif berbasia sains itu
dilaksanakan,mulai dari tahap metode hingga praktik pelaksanaannya,semisal
model pembelajaran problem-based learning,model pembelajaran inkuiri,model
pembelajaran eksperimen, atau model pembelajaran kontekstual,dan masih banyak
lagi yang lainnya.model desain pembelajaran yang tersaji di dalam buku ini
sangat cocok digunakan oleh guru SD,SLTP,SLTA,hingga perguruan tinggi,atau
siapa pun yang ingin memberikan proses pembelajaran yang kreatif, tidak monoton
atau membosankan,kepada siswa didiknya.
Dalam menjalani tahap-tahap proses pembelajaran di
sekolah dasar, ternyata ada proses pembelajaran yang bisa dikatakan berhasil,
dan ada pula yang gagal. Dikatakan berhasil apabila pembelajaran berlangsung
dengan kreatif, sehingga menumbuhkan minat dan motivasi yang lebih besar pada
diri siswa agar lebih giat belajar. Sebaliknya, jika pembelajaran yang
dilakukan membuat siswa justru tidak bersemangat belajar atau tidak mengetahui dari
apa yang dipelajari. Maka dari itu, dalam proses pembelajaran, seorang guru
atau pendidik haruslah kreatif dalam menyampaikan pembelajaran. Putra (2013: 7)
menyimpulkan “ sains ialah pengetahuan yang diperoleh melalui pembelajaran dan
pembuktian atau pengetahuan yang melingkupi suatu kebenaran umum dari hukum-hukum
alam yang terjadi, yang dibuktikan melalui metode ilmiah.” Dalam model
tersebut, siswa diajak untuk melakukan proses pecarian pengetahuan berkenaan
dengan materi pelajaran melalui berbagai aktivitas proses sains, dengan
demikian siswa diarahkan untuk menemukan sendiri berbagai fakta sekaligus
membangun konsep dan nilai-nilai baru yang diperlukan untuk kehidupannya.
Buku
desain belajar mengajar kreatif berbasis sains ini, menyajikan ragam strategi
pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan guru dan siswa. Dalam buku ini
diuraikan pula mengenai hal-hal yang berkaitan dengan pembelajaran seperti
guru, standar kompetensi, teori belajar, serta metode dan media pembelajaran
dalam desain belajar mengajar kreatif berbasis sains. Semua diuraikan setahap
demi setahap guna memandu pembaca untuk memahami, dan memilih untuk menerapkan
isi buku. Di dalam buku desain belajar mengajar kreatif berbasis sains di
jelaskan tentang hakikat pembelajaran, ulasan tentang pembelajaran kreatif
berbasis sains di Sekolah, model-model desain pembelajaran kreatif berbasis
sains yang dilengkapi dengan model-model pembelajaran, seperti model
pembelajaran problem-based learning, inkuiri, demonstrasi, diskusi, eksperimen,
sains teknologi masyarakat, teknologi informasi dan komunikasi, team teaching,
konstektual (contextual teaching and learning/CTL), dan model pembelajaran CBSA
( cara belajar siswa aktif) dengan model-model pembelajaran yang sudah di
desain se kreatif mungkin oleh penulis, maka pembaca akan lebih mudah memahami
model-model pembelajaran yang sesuai untuk diterapkan kepada siswa atau peserta
didik.
Kelebihan dalam buku ini yaitu konsep serta prinsip
setiap bab dibahas secara jelas sehingga memudahkan pembaca untuk memahaminya.
Pendahuluan bab terkadang dilengkapi pula dengan ilustrasi yang menggambarkan
keadaan yang biasa terjadi di lapangan. Buku ini menyajikan ragam
strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan guru dan siswa yang
diuraikan secara bertahap lengkap dengan kelebihan serta kekurangan
masing-masing strategi. Buku ini ditulis dengan bahasa yang ringan, mudah
dipahami, dan komunikatif sehingga buku ini mudah dicerna oleh semua kalangan.
Hal-hal yang berkaitan dengan pembelajaran mulai dari guru, media, metode,
teori belajar dan standar proses pendidikan itu sendiri tentunya, dibahas
disini secara jelas dan dilengkapi dengan analisis tiap-tiap konsep. Bahasa
yang digunakan jelas dan menarik, sehingga pembaca tidak merasa jenuh ketika
membaca buku ini, karena buku ini lebih banyak mendorong pembaca untuk lebih
termotivasi mendesain pembelajaran secara kreatif, karena didalam buku ini
dilengkapi langkah-langkah untuk untuk mendesain pembelajaran secara kreatif
dan menarik.
Namun, terlepas dari hal-hal di atas, buku ini masih
memiliki kekurangan yaitu belum mencantumkan contoh-contoh implementasi dari
apa yang dibahas secara lebih real. Contoh-contoh yang diberikan secara umum
saja. Didalam buku ini juga, tidak dilengkapi solusi-solusi untuk mengatasi
permasalahan-permasalahan yang dialami guru ketika melakukan salah satu
strategi-strategi yang ada di dalam buku desain belajar mengajar kreatif
berbasis sains.
Buku desain belajar mengajar kreatif berbasis sains
ini, dapat digunakan sebagai referensi yang baik bagi guru pada khususnya dan
bagi semua pembaca pada umumnya. Diharapkan setelah membaca buku ini para guru
dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilannya dalam mengajar, serta dapat
mengimplementasikan pembelajaran yang sesuai dengan desain belajar mengajar
yang sesuai dengan kegiatan belajar mengajar di sekolah sehingga salah satu
permasalahan pendidikan yaitu lemahnya pembelajaran dapat diatasi. Bagi
mahasiswa FKIP, dapat dijadikan salah satu sumber dalam menyelesaikan tugas akhir.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar