Kamis, 06 Maret 2014

Nada-nada cinta
Saat hati mulai menjerit menyebut namanya
Mulutpun tak kuasa mengumandangkan selain itu
Yang bisa kulakukan hanya mengeluarkan air mata
Berharap setiap tetes bisa mencairkan hati esnya
          Entah penting atau tidak
          Andainya dia tahu
          Bahwa hatiku,
Sangat menginginkannya
Hanya embun yang boleh membasahi daun di pagi hari
Hanya awan yang boleh berpadu dengan langit
Dan hanya bintang yang boleh menghias langit dimalam hari
          Dia boleh tertawa disana
Sedang mataku lebam disini
Karena cinta tak butuh rumus
Tak penting tuk dihitung
Bukan sekarang, tapi nanti
Kuharap dia akan jadi orang
Yang kulihat pertama kali
Ketika terbit dan terbenamya matahari
Dengan rangkul dan peluk hangatnya
Disuatu rumah penuh kedamaian
Kita dan anak- anak kita

Tidak ada komentar:

Posting Komentar