Nada-nada
cinta
Saat hati mulai
menjerit menyebut namanya
Mulutpun tak kuasa
mengumandangkan selain itu
Yang bisa kulakukan
hanya mengeluarkan air mata
Berharap setiap tetes
bisa mencairkan hati esnya
Entah penting atau tidak
Andainya dia tahu
Bahwa hatiku,
Sangat
menginginkannya
Hanya embun yang
boleh membasahi daun di pagi hari
Hanya awan yang boleh
berpadu dengan langit
Dan hanya bintang
yang boleh menghias langit dimalam hari
Dia boleh tertawa disana
Sedang mataku lebam
disini
Karena cinta tak
butuh rumus
Tak penting tuk
dihitung
Bukan sekarang, tapi
nanti
Kuharap dia akan jadi
orang
Yang kulihat pertama
kali
Ketika terbit dan
terbenamya matahari
Dengan rangkul dan
peluk hangatnya
Disuatu rumah penuh
kedamaian
Kita dan anak- anak
kita
Tidak ada komentar:
Posting Komentar