Warnet
Tidak Digunakan Sebagaimana Fungsinya
Zaman sekarang semuanya
serba canggih, kita dituntut serba cepat dalam menerima informasi dan
menggunakan teknologi. Salah satunya yaitu penggunaan internet. Penggunaan
internet yang menjamur menyebabkan banyak orang berpikir untuk mendirikan
warnet (warung internet). Warnet merupakan
salah satu tempat yang dijadikan sebagai usaha untuk menyewakan jasa internet kepada khalayak umum.
Salah satu bisnis yang
booming saat ini adalah warung internet (warnet) dan game playstation. Menjamur
di sudut kota, ada di setiap komplek ruko, hingga masuk ke kawasan
perumahan. Internet semakin mudah diakses dan semakin murah. Pilihan konten
internet juga semakin bervariasi. Saat ini hampir di setiap warnet juga menyediakan
game online. Jika dulu room- room di warnet kebanyakan diisi oleh pengguna
dewasa, saat ini anak dan remaja, banyak yang menyerbu masuk warnet.
Banyaknya anak dan remaja masuk ke bilik-bilik warnet menjadi fenomena baru di dalam dunia anak kita. Mereka hidup dalam generasi Information Technology (IT). Permainannya mengikuti modernisasi zaman di era IT ini yang ditandai dengan kemudahan mengkases internet. Orang dewasa dan anak dan remaja berbaur di sana. Kemudian lalu sibuk di dunia maya dan permainan virtual masing-masing hingga berjam-jam lamanya
Banyaknya anak dan remaja masuk ke bilik-bilik warnet menjadi fenomena baru di dalam dunia anak kita. Mereka hidup dalam generasi Information Technology (IT). Permainannya mengikuti modernisasi zaman di era IT ini yang ditandai dengan kemudahan mengkases internet. Orang dewasa dan anak dan remaja berbaur di sana. Kemudian lalu sibuk di dunia maya dan permainan virtual masing-masing hingga berjam-jam lamanya
Banyak anak dan remaja
menghabiskan waktu dan uang di warnet hingga berjam-jam lamanya. Mereka
tidak betah tinggal lagi di rumah. Lupa membuat tugas sekolah (PR). Bahkan
beberapa yang kecanduan, ada yang sampai larut malam, malas pulang. Ada yang
sampai berhenti sekolah. Bagi anak yang masih penurut dan patuh sama orangtua,
mereka masih bisa diarahkan. Tahu diri dengan kewajiban sebagai anak yang harus
menghormati orangtua. Celakanya, ada anak dan remaja yang sudah berani melawan
sama orangtua. Kecanduan terhadap permainannya membuat lupa diri. Keadaan
ini diperparah kalau orangtua kurang peduli atau tidak bisa mendidik anaknya.
Selain berpengaruh pada prestasi dan kelanjutan pendidikan anak, dampak lain dari kecanduan game online tersebut adalah munculnya kejahatan atau aksi kriminal yang dilakukan oleh anak dan remaja. Pertama karena terdesak kebutuhan uang untuk terus bermain di warnet. Kedua, permainannya yang penuh aksi dan tantangan yang secara tidak sengaja mengajarkan anak pandai menirunya.
Saat orangtua tidak mau memberi uang maka di saat tersebut timbul niat jahat untuk mencuri. Biasanya dilakukan tidak sendiri, tetapi mengajak anak lain yang juga tidak punya uang. Mereka membentuk kelompok atau komunitas sendiri. Sasarannya macam-macam, ada yang mencuri sepeda motor, helm, tabung gas, kios pulsa, sampai kepada ikan lele milik pedagang di pasar. Pokoknya apa yang bisa dijadikan duit agar bisa ke warnet lagi. Beberapa kasus pencurian yang dilakukan anak di Kepri dilatarbelakangi oleh kedua hal tersebut.
Selain berpengaruh pada prestasi dan kelanjutan pendidikan anak, dampak lain dari kecanduan game online tersebut adalah munculnya kejahatan atau aksi kriminal yang dilakukan oleh anak dan remaja. Pertama karena terdesak kebutuhan uang untuk terus bermain di warnet. Kedua, permainannya yang penuh aksi dan tantangan yang secara tidak sengaja mengajarkan anak pandai menirunya.
Saat orangtua tidak mau memberi uang maka di saat tersebut timbul niat jahat untuk mencuri. Biasanya dilakukan tidak sendiri, tetapi mengajak anak lain yang juga tidak punya uang. Mereka membentuk kelompok atau komunitas sendiri. Sasarannya macam-macam, ada yang mencuri sepeda motor, helm, tabung gas, kios pulsa, sampai kepada ikan lele milik pedagang di pasar. Pokoknya apa yang bisa dijadikan duit agar bisa ke warnet lagi. Beberapa kasus pencurian yang dilakukan anak di Kepri dilatarbelakangi oleh kedua hal tersebut.
Tidak saja pencurian,
kasus pencabulan dengan korban dan pelaku anak juga meningkat seiring dengan
kemudahan mengakses internet. Ini disebabkan situs-situs porno yang masih bisa
diakses tanpa belum ada pemblokiran. Remaja mudah tergoda dan mempraktekkannya.
Salah satu kasus misalnya, operator warnet yang masih remaja beberapa kali
mencabuli pacarnya yang masih pelajar di salah satu bilik warnetnya beberapa
waktu lalu di Batam.
Saat anak-anak yang
berbuat kriminal ditangkap, orangtua mulai bingung dan mencari siapa yang
salah. Apakah dia yang tidak pandai mendidik anak atau memang pengaruh
lingkungan sangat luar biasa saat ini kepada sianak. Salah satu tudingan
dialamatkan kepada pemilik warnet. Mereka menilai kehadiran warnet tersebut
memberikan dampak negatif pada anak. Sampai-sampai belakangan yang sering
terdengar adalah suara untuk meminta pemerintah membuat Perda soal warnet.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar